Breaking Posts

6/trending/recent
Type Here to Get Search Results !

23 Tahun NU Online, Dari Kontributor Hingga Jadi Buku

 




Oleh: Armaidi Tanjung

Hari ini, 11 Juli 2026. Bagi NU Online, website resmi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), merupakan waktu yang istimewa. Karena sudah berusia 23 tahun. NU Online dimulai 11 Juli 2003, sebuah lompatan yang luar biasa dalam organisasi Islam terbesar di Indonesia ini. 23 Tahun Meleset Bersama.  

Saya mulai bergabung sebagai kontributor NU Online dari Sumatera Barat tahun 2007, empat tahun setelah NU Online tayang. Iseng-iseng ketika berlangsung Musyawarah Kerja Wilayah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Barat 14-15 Juni 2007 yang sekaligus peresmian Panti Asuhan PWNU & Muslimat NU Sumatera Barat, Saya kirimkan laporannya via email redaksi NU Online. Kedua acara tersebut dihadiri Ketua Umum Tanfizdiyiah PBNU KH Hasyim Muzadi,  ternyata laporan tersebut dimuat di NU Online. Itulah berita pertama saya tayang di NU Online.

Sejak itu, berbagai kegiatan di lingkungan PWNU,  badan otonom NU seperti Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan bahkan berita-berita seputar pondok pesantren Saya kirimkan. Laporan tersebut dimuat di NU Online. Di rubrik profil/tokoh NU, Saya kirimkan pertama kalinya profil KH. Abdul Gani Latif yang sudah almarhum. Laporan tersebut berjudul KH. Abdul Gani Latif : Dari Militer Sampai Guru Agama. Semua laporan dikirim melalui email ke redaksi NU Online. Dengan dimuatnya laporan Saya tersebut, pertanda mendapat  sambutan positif dari tim redaksi NU Online. Sehingga melalui email disampaikan ucapan terima kasih atas kiriman  berita dari Padang. Selanjutnya Saya diminta mengirimkan/ memberikan data alamat dan telepon/HP untuk memudahkan komunikasi dan akan dikirimkan jaket NU Online. Namun sudah ditunggu sebulan lebih, jaket yang ditunggu tak kunjung sampai. Ternyata kesibukan di NU Online memperingati 4 tahun kelahiran NU Online, sehingga seluruh tenaga dan pikiran personal NU Online dikerahkan untuk kesuksesan acara tersebut.

Pertengahan September 2007 jaket tersebut diserahkan di PWNU Sumbar oleh Pemimpin Redaksi Mas Abdul Mun’im, beliau sempat mampir ke rumah Saya di Jalan Berok Rakik III No. 25 Siteba Padang. Persis di tengah goncangan gempa bumi yang melanda Sumatera Barat dan Bengkulu, 12 – 13 September 2007. Kepada Mas  Mun’im saya  berikan tiga buku karya sendiri, masing-masing Kota Pariaman Dulu, Kini dan Masa Depan, Berjuang Tanpa Pamrih (Direktori Pondok Pesantren di Kabupaten Padangpariaman) dan Mereka Yang Terlupakan, Tuanku Menggugat.

Ketika ke Jakarta 16 Nopember 2007, Saya mampir ke redaksi NU Online di lantai 5 gedung PBNU Jalan Kramat Raya Jakarta Pusat. Saya hadir menerima 10 orang tamu  NU Online dari Penerbit Pena, sebuah penerbit yang muncul tahun 2005 dengan fokus buku-buku Islam, terutama buku terjemahan dari Timur Tengah (Mesir). Hadir Pemred NU Online Abdul Mun’im, Dewan Redaksi Enceng Sobirin, Ahmad Mukafi Niam, Ahmad Khairul Anam, Muhammad Arif Hidayat, Sudarto Murtaufiq,  Saya diperkenalkan salah seorang kontributor dari daerah, Padang.

Pemred NU Online Abdul Mun’im menyampaikan, awal berdiri tahun 2003 NU Online diperkirakan diakses warga NU yang berada di perkotaan saja. Karena jaringan internet lebih mudah didapatkan di daerah perkotaan. Ternyata, NU Online sudah diakses sampai  ke tingkat kecamatan. Ini dibuktikan banyaknya email yang bertanya datang dari kecamatan.

”Selain itu, saat ini rata-rata setiap hari NU Online dikunjungi 10.000 pengakses. Sedangkan dari materi, baik berita maupun tulisan lainnya, banyak juga dikutip oleh media (cetak) lain. Sehingga informasi yang disampaikan NU Online, sebenarnya jauh dari jumlah itu yang mengakses/membacanya. Karena beberapa media yang terbit di daerah, seperti Duta Masyarakat, Forum Warta di Tegal, dan media lainnya, banyak mengambil bahan dari NU Online.” papar Abdul Mun’im.

Juli 2008 Saya diminta mengirimkan foto. Ternyata dibuatkan kartu pers NU Online yang ditandatangani Pemimpin Redaksi Abdul Mun’im. Kartu tersebut berlaku  sampai 4 Juli 2009. Beberapa kali kartu tersebut diperbarui, diganti dengan ID Card yang lebih keren dan tren.

Beberapa kali Saya diundang ke Jakarta mengikuti kegiatan yang diselenggarakan NU Online melibatkan para kontributor di daerah. Pertama, melalui surat Redaksi NU Online bernomor 74/PW/ NU Online/IIB/V/2015 tertanggal 5 Juni 2015 perihal  Undangan Peserta Workshop,  dalam rangka meningkatkan kapasitas kemampuan di bidang media serta menciptakan ruang dan kanal-kanal bagi tumbuhnya media Islam Rahmatan lil Alamin yang menolak gerakan radikalisme berbasis agama, website resmi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama - NU Online, akan melaksanakan Workshop Bagi Pengelola Website, Santri, Kontributor Media dan Aktivis Media Sosial pada Senin-Rabu (15-17 Juni 2015) bertempat di Hotel Acacia, Jakarta,  temanya Penguatan Jaringan Anti-Radikalisme di Dunia Maya untuk Ulama Muda.

Kedua, Workshop  Pencegahan Propoganda Radikal  Terorisme di Dunia Maya Bersama Media Maya dan Ormas yang diselenggarakan BNPT dan NU Online, tanggal 22-24 Maret 2017 di Jakarta.  Workshop sekaligus pertemuan Tim Redaksi/pengelola NU Online dengan para kontributor di berbagai daerah.  Saya diberikan Piagam Penghargaan dari Situs Resmi Nahdlatul Ulama, NU Online atas dedikasi kepada NU Online yang diserahkan Fathoni pada pertemuan Kontributor NU Online di Jakarta, 23 Maret 2017. Piagam ditandatangani Pemimpin Redaksi NU Online Achmad Mukafi Niam.

Ketiga, diberikan kesempatan menjadi bagian dari NU Online meliput Muktamar NU ke-32 di Makasar tahun 2010 dan Muktamar NU ke-33 di Jombang Jawa Timur tahun 2015. Dari dua muktamar NU tersebut saya menulis pengalaman dan berita/laporan yang dipublis NU Online menjadi sebuah buku berjudul, ”Orang Minang Meliput Muktamar NU”. Alhamdulillah, buku tersebut sudah terbit April 2026, diberi pengantar Mas Achmad Mukafi Niam (Pemred NU Online 2015-2021). Buku setebal xiv + 172 halaman dengan ISBN 978-634-7390-07-3, diluncurkan bersamaan dengan peluncuran 100 buku internasional pada acara International Minangkabau Literacy Festival (IMLF-4) di Bukitinggi, 5 Juni 2026 lalu. Juga sudah dibedah online 2 Mei 2026 lalu dengan pembicara Abdul Mun’im DZ (Pemred NU Online 2002-2011), Yurnaldi (Wartawan Utama/Waket Satupena Sumbar) dengan moderator Ahmad Damanhuri (Pemred Sigi2.com).

Kabar dukanya, dua orang tim NU Online sudah mendahului, Wapimred  A Khairul Anam wafat Kamis (24/06/2021)  dan Redaktur senior NU Online, Sudarto Murtaufiq, wafat Senin, 7 Februari 2022. Bagi saya keduanya memiliki kenangan tersediri.

Dalam buku ini saya menulis pengalaman perjalanan dari Sumatera Barat ke lokasi Muktamar dan sebaliknya. Sedangkan di Muktamar NU ke-34 Lampung 2021, saya tidak lagi aktif meliput.

Terima kasih NU Online sudah memberikan ruang dan pernah menjadi bagian dari NU Online, sehingga  melahirkan sebuah buku berjudul, “Orang Minang Meliput Muktamar NU”. Selamat berulang tahun ke-23. Insya Allah NU Online, tetap menjadi inspirasi dan bagian yang tidak terpisahkan dari kebesaran NU masa depan. Salam.  (armaidi tanjung)

 

 

 

 

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.