Breaking Posts

6/trending/recent
Type Here to Get Search Results !

"Merajut Ranah, Menembus Waktu" Antologi Fiksi Folklor Sumatera Barat


 Judul buku: "Merajut Ranah, Menembus Waktu" Antologi Fiksi Folklor Sumatera Barat

Penulis         :  Afrini, M.Pd. – Amigusra - Anggi Gayatri Purba - Eka Wahyuni - Hadya Tabtila - Hafidzan Sadiqy - Ihsanul Hafiz - Lady Takia Mafaza - Muhammad Yunus - Mutia Altafunisa   - Ramadani Putri - Refandra Irliadi Ramadan - Rehanda Galih Aprilio  - Ridwan, S.Pd.,Gr., M.Pd - Rosa Andria Syafitri - Silvha Darmayani - Suria Tresna - Yusuf Kalid - Zaky Satria - Zura W Zulkarnain

Penerbit         : Pustaka Artaz

Cetakan I       : September 2026

Halaman        : vi +  174

ISBN               : 978-000-0000-00-0 

Harga              : Rp  

 

 

 Halaman demi halaman dalam genggaman ini adalah bukti hidup bahwa warisan leluhur kita cerita rakyat, mitos, dan hikayat yang hidup di ingatan masyarakat tidaklah sesuatu yang kaku dan tertinggal zaman, melainkan sumber inspirasi yang senantiasa mengalir segar menyeberangi rentang waktu.

 Di dalamnya, kita disuguhi perjalanan imajinasi yang mengakar kuat pada tanah kelahiran. Para penulis—mulai dari generasi muda, yang masih duduk di bangku sekolah menengah hingga para pegiat sastra telah mengupas kembali nilai-nilai luhur, petatah-petitih, dan kearifan lokal Sumatera Barat, lalu menyajikannya dengan nuansa sastra masa kini yang luwes namun tetap berjiwa. Kisah-kisah tentang hubungan manusia dengan alam, tentang kebaikan melawan keburukan, tentang adat yang bersendi syarak, tampil dengan wajah baru yang siap menyapa hati generasi saat ini. Sungguh, ini adalah usaha mulia menjaga identitas agar tidak tergerus arus zaman.

Seperti cerpen berjudul Anak Daro Rimbo Bunian, mengisahkan bagaimana seseorang laki-laki yang kawin dengan Rang Bunian. Rang Bunian yang dimitoskan di ranah Minangkabau makhluk gaib yang dapat mengganggu kehidupan seseorang yang putus asa, terutama terkait dengan cinta. Cerita yang tampil pertama ini, mengisahkan seorang laki-laki Mek Sikeh merantau untuk mencari kehidupan. Di Perantau terpautnya hati kepada seorang perempuan Meni. Sayangnya, Meni menikah dengan saudagar pelaut. Sementara Mek Sikek sudah  mempersiapkan bekal dan keperluan di rumahnya dan di rumah calon isteri.  Mek Sikek mempersiapkan perlengkapan pernikahan di salah satu kamar  di rumah, saat membawa isterinya nanti. Saat mendengar Meni menikah, Mek Sikek melarang ibunya membuang atau tidak lagi menyimpannya.

Tapi Mek Sikek bersikukuh, suatu hari anak daro  pasti datang ke kamar yang sudah dipersiapkan. Akhirnya, suatu malam, Mek Sikek menghilang tak pernah kembali. Dia dipercaya sudah kawin dengan rang Bunian. Anak daronya (penganten perempuan)nya merupakan rang Bunian (makhluk di luar alam nyata).

Masih ada 19 cerita-cerita menarik lainnya yang membuat pembaca penasaran dan ingin tahu bagaimana kearifan local perlu dijaga dan dilestarikan. Banyak mitos-mitos yang diyakini masyarakat yang selama ini hanya diketahui sepotong-potong. Melalui cerpen-cerpen ini menarik untuk disimak. Silakan baca bukunya.

 

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.