Judul : Jejak Pikiran di Tengah Perubahan Zaman, Presiden Prabowo Marah Gara-Gara Sampah di Obyek Wisata Bali
Penulis : Armaidi Tanjung, S.Sos., M.A
Editor : Rabiah Al-Adawiyah Arni Putri
Pengantar
: Prof. Dr. Duski Samad, M.Ag Tuanku Mudo
Penerbit : Pustaka Artaz
Anggota
IKAPI :
038/SB/2023
Cetakan I : Maret 2026
Halaman : xvi + 268
ISBN : : 978-634-7390-00-0
Harga : Rp
Melalui tulisan ini, pembaca diajak melihat berbagai persoalan kehidupan sehingga mendorong kita untuk mulai menyadari apa yang harus dilakukan untuk perbaikan kehidupan di masa depan.
Tulisan buku ini tidak berpretensi menawarkan jawaban tunggal terhadap sesuatu masalah yang diperbincangkan dalam buku ini. Sebaliknya, ia menyajikan ragam sudut pandang, konteks sejarah, serta refleksi yang berkembang seiring perubahan zaman. Dari masa ketika isu lingkungan belum menjadi arus utama, hingga periode ketika keberlanjutan menjadi tuntutan global, tulisan-tulisan ini diharapkan dapat memberi gambaran tentang perjalanan panjang seorang penulis dalam melihat fenomena sosial yang tengah dan terus terjadi di dalam masyarakat.
Judul buku ini diambil dari
tulisan pertama di bagian pemerintahan yang berjudul Presiden
Prabowo Marah Gara-Gara Sampah di Obyek Wisata Bali. Buku ini terdiri dari
8 bagian. Bagian I: Pemerintahan dan Kebijakan Publik terdapat 7 tulisan,
Bagian II: Buku dan Literasi: terdapat 13 tulisan, Bagian III: Remaja dan
Perilaku Menyimpang 4 tulisan, Bagian IV: Keluarga dan Wanita 3 tulisan, Bagian
V: Agama 11 tulisan, Bagian VI: In Memorium dan Kisah, 7 tulisan, Bagian VII: Pariwisata
terdapat 4 tulisan, Bagian VIII: Serba-Serbi ada 6 judul, dan terakhir Bagian IX: Mereka Menulis
Tentang Armaidi Tanjung ada 10 tulisan.
Sebagai tulisan yang terbentang lebih dari tiga dekade, buku ini menyajikan
potret evolusi wacana publik di Indonesia—mulai dari periode ketika isu
lingkungan dan keberlanjutan belum menjadi arus utama, hingga masa ketika
persoalan tersebut menjadi tuntutan global yang tak terelakkan. Di dalamnya, pembaca
akan menemukan rekaman sikap, kegelisahan, dan refleksi penulis terhadap
respons negara, perilaku masyarakat, praktik keagamaan, dinamika keluarga,
serta dunia literasi dan pariwisata.
Keistimewaan
buku ini terletak pada keberagamannya. Ia tidak disusun sebagai karya akademik
monolitik dengan satu tesis besar, melainkan sebagai mosaik pemikiran yang
merepresentasikan perubahan konteks sosial, kebijakan, dan kesadaran publik.
Oleh karena itu, buku ini tidak berpretensi menawarkan jawaban tunggal atau solusi
instan atas persoalan-persoalan yang dibahas. Sebaliknya, ia menghadirkan ragam
sudut pandang, latar historis, serta refleksi kritis yang tumbuh dan berkembang
seiring perjalanan waktu.
Judul buku ini
diambil dari salah satu tulisan pada bagian pemerintahan dan kebijakan publik,
yang menyoroti respons Presiden Prabowo Subianto terhadap persoalan sampah di
obyek wisata Bali. Judul tersebut tidak hanya berfungsi sebagai penanda
tematik, tetapi juga sebagai metafora kegelisahan yang lebih luas: tentang
relasi antara negara, lingkungan, dan tanggung jawab kolektif masyarakat dalam
menjaga keberlanjutan kehidupan.
Melalui tulisan di buku ini, penulis tidak
bermaksud menggurui atau menawarkan solusi instan. Buku ini lebih merupakan
ajakan untuk mengingat, merenung, dan bertanya ulang: sejauh mana komitmen kita
untuk merubah pada kehidupan yang lebih baik.
Akhir kata, semoga buku ini dapat menjadi bahan bacaan yang memperkaya pemahaman, mendorong diskusi yang sehat, serta menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan, alam, merawat nilai-nilai moral yang berlaku, — terutama di ruang-ruang publik maupun destinasi wisata, adalah tanggung jawab bersama, lintas generasi dan lintas kepentingan. Untuk itu perlu terus disuarakan melalui berbagai tulisan, termasuk melalui buku sederhana ini. ***
