Breaking Posts

6/trending/recent
Type Here to Get Search Results !

Jejak Pikiran di Tengah Perubahan Zaman, Presiden Prabowo Marah Gara-Gara Sampah di Obyek Wisata Bali (Kumpulan Tulisan 1995-2026)


Judul  :  Jejak Pikiran di Tengah Perubahan Zaman, Presiden Prabowo Marah Gara-Gara Sampah di Obyek Wisata Bali (Kumpulan Tulisan 1995-2026)

Penulis                 : Armaidi Tanjung, S.Sos., M.A

Editor                  :  Rabiah Al-Adawiyah Arni Putri

Pengantar           : Prof. Dr. Duski Samad, M.Ag Tuanku Mudo

Penerbit              : Pustaka Artaz   

Anggota IKAPI  :  038/SB/2023

Cetakan I           :   Maret 2026

Halaman            :  xii  + 272  

ISBN                   : : 978-634-7390-00-0

Harga                 : Rp

 Buku Presiden Prabowo Marah Gara-Gara Sampah di Obyek Wisata Bali (Kumpulan Tulisan 1995-2026) merupakan kumpulan tulisan yang disusun lintas waktu, dari tahun 1995 hingga awal 2026. Tulisan-tulisan di dalamnya merekam berbagai dinamika wacana publik, perubahan kebijakan, respons pemerintah terhadap sejumlah persoalan, fenomena di tengah kehidupan yang berkaitan dengan perilaku, ritual keagamaan, buku dan literasi. Di bagian akhir, tulisan yang ditulis tentang Armaidi Tanjung (penulis buku ini) yang dipublikasikan di media, baik media cetak maupun online.

Melalui kumpulan tulisan ini, pembaca diajak melihat berbagai persoalan kehidupan sehingga mendorong kita untuk  mulai menyadari apa yang harus dilakukan untuk perbaikan kehidupan di masa depan. 

Sebagai kumpulan tulisan, buku ini tidak berpretensi menawarkan jawaban tunggal terhadap sesuatu masalah yang diperbincangkan dalam buku ini. Sebaliknya, ia menyajikan ragam sudut pandang, konteks sejarah, serta refleksi yang berkembang seiring perubahan zaman. Dari masa ketika isu lingkungan belum menjadi arus utama, hingga periode ketika keberlanjutan menjadi tuntutan global, tulisan-tulisan ini diharapkan dapat memberi gambaran tentang perjalanan panjang seorang penulis dalam melihat fenomena sosial yang tengah dan terus terjadi di dalam masyarakat. 

Judul buku ini diambil dari tulisan pertama di bagian pemerintahan yang berjudul  Presiden Prabowo Marah Gara-Gara Sampah di Obyek Wisata Bali. Buku ini terdiri dari 8 bagian. Bagian I: Pemerintahan dan Kebijakan Publik terdapat 7 tulisan, Bagian II: Buku dan Literasi: terdapat 13 tulisan, Bagian III: Remaja dan Perilaku Menyimpang 4 tulisan, Bagian IV: Keluarga dan Wanita 3 tulisan, Bagian V: Agama 11 tulisan, Bagian VI: In Memorium dan Kisah, 7 tulisan, Bagian VII: Pariwisata terdapat 4 tulisan, Bagian VIII: Serba-Serbi ada 6 judul, dan terakhir Bagian IX: Mereka Menulis Tentang Armaidi Tanjung ada 10 tulisan.

Sebagai kumpulan tulisan yang terbentang lebih dari tiga dekade, buku ini menyajikan potret evolusi wacana publik di Indonesia—mulai dari periode ketika isu lingkungan dan keberlanjutan belum menjadi arus utama, hingga masa ketika persoalan tersebut menjadi tuntutan global yang tak terelakkan. Di dalamnya, pembaca akan menemukan rekaman sikap, kegelisahan, dan refleksi penulis terhadap respons negara, perilaku masyarakat, praktik keagamaan, dinamika keluarga, serta dunia literasi dan pariwisata.

Keistimewaan buku ini terletak pada keberagamannya. Ia tidak disusun sebagai karya akademik monolitik dengan satu tesis besar, melainkan sebagai mosaik pemikiran yang merepresentasikan perubahan konteks sosial, kebijakan, dan kesadaran publik. Oleh karena itu, buku ini tidak berpretensi menawarkan jawaban tunggal atau solusi instan atas persoalan-persoalan yang dibahas. Sebaliknya, ia menghadirkan ragam sudut pandang, latar historis, serta refleksi kritis yang tumbuh dan berkembang seiring perjalanan waktu.

Judul buku ini diambil dari salah satu tulisan pada bagian pemerintahan dan kebijakan publik, yang menyoroti respons Presiden Prabowo Subianto terhadap persoalan sampah di obyek wisata Bali. Judul tersebut tidak hanya berfungsi sebagai penanda tematik, tetapi juga sebagai metafora kegelisahan yang lebih luas: tentang relasi antara negara, lingkungan, dan tanggung jawab kolektif masyarakat dalam menjaga keberlanjutan kehidupan.

Melalui kumpulan tulisan ini, penulis tidak bermaksud menggurui atau menawarkan solusi instan. Buku ini lebih merupakan ajakan untuk mengingat, merenung, dan bertanya ulang: sejauh mana komitmen kita untuk merubah pada kehidupan yang lebih baik.

Akhir kata, semoga buku ini dapat menjadi bahan bacaan yang memperkaya pemahaman, mendorong diskusi yang sehat, serta menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan, alam, merawat nilai-nilai moral yang berlaku, — terutama di ruang-ruang publik maupun destinasi wisata, adalah tanggung jawab bersama, lintas generasi dan lintas kepentingan. Untuk itu perlu terus disuarakan melalui berbagai tulisan, termasuk melalui buku sederhana ini.

Dengan selesai penyusunan dan penerbitan buku ini, kami mengucapakan terima kasih semua pihak yang turut memfasilitasi Penulis dalam mempublikasikan tulisan ini. Karena semua tulisan yang ada dalam buku ini, sebelumnya dipublikasi  di berbagai media, yang dicantumkan di akhir tulisan. Nama media, tanggal terbit/dipublikasinya, bahkan link tulisannya dilampirkan di bagian akhir setiap tulisan. Di bagian akhir buku, juga dicantumkan sumber dari masing-masing tulisan.

 

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.